Monday, February 11, 2013
Winter in Korea
Wednesday, January 16, 2013
The Day I Fall in Love
Me?? I definitely can't.
Who would've guess that I would fall for him?
It's all begin with a simple hi and series of silly stories
One day i just realized how comfortable i am with him. I can be myself, just being the silly girl I am and not afraid that anything that I said might injured my image. I feel like I'm talking with my best friend. I feel relax comfortable and happy.
Day after day, I missed him more and more. I can't wait to talk to him. I can't wait to tell him all the things that happened in my life, even the silliest things. I can't stop smiling every time I read his email or SMS. I can't wait to read his text in the morning. I knew that he feel the same, but we never said anything about love.
It was the rainy day when said...Let me be the first who said openly that I love you
I never told him, after reading that email...I was practically dancing around and laugh. I'm happy. I'm so freaking happy. And for the first time since the dark night in 2009 i would be able to really feel happy.
And let me tell you about him. If you think that I'm in love with the handsome hunk, no I'm not. I'm in love with a funny and nice next door guy. A simple guy who has the nicest and sincere smile with a beautiful eyes. And he is not my dream guy or the type of a guy that would make me drawling the way Blake Shelton makes me. But he is the guy that can makes me feel happy. The one who can make me believe that there's still hope and I could finally have my happy ending and begin my new life with him, my love.
And I dedicated this for my own personal werewolf/vampire. I love You
Thursday, July 26, 2012
Hei You, Take Off Your Clothes!!!
Tapi sebenernya bukan cowok aja. Cewek juga pasti akan jadi sangat-sangat vulnerable dalam kondisi seperti itu. Dan saya pernah mengalaminya. Merasa sangat tidak berdaya dan terintimidasi ketika seorang berteriak di depan wajah saya .."Hei You, Take Off Your Clothes!!!". Sumpah saya yang preman aja ngerasa sangat terintimidasi saat teriakin begini. Parahnya lagi, orang yang neriakin saya ini nggak beranjak dari tempatnya berdiri sampai saya mulai melucuti pakaian satu per satu sampai tidak ada lagi benang yang menempel. Saya merasa sangat-sangat tidak berdaya saat berdiri dengan tangan menyilang mengelilingi tubuh. Sumpah, saat itu sepertinya saya mau nangis. Bukan cuma karena diteriakin suruh telanjang. Tapi juga berdiri dalam keadaan tidak mengenakan pakaian apa pun di depan orang-orang yang tidak saya kenal. Setiap mata saya bertabrakan dengan sepasang mata lainnya, saya hanya bisa menundukkan kepala.
Saat saya menyelesaikan alinea di atas, Ichal, cowok yang duduk disamping saya di kubikel kecil kami di kantor langsung berkomentar. "Ternyata loe berbakat juga ya jadi penulis porno!". Gara-gara judul dan cerita di atas, dia berasumsi saya tengah menulis cerita porno. Saya jadi berpikir, kalau Ichal aja berpikir kalau ini adalah cerita porno, kemungkinan besar orang lain juga akan berpikir yang sama. Wah, nggak bener kalau begini. Cerita ini bukan cerita porno. Tapi ini adalah cerita tentang kejadian yang lucu sekaligus traumatik (berley bin lebay pisan) waktu pertama kali masuk ke spa dan sauna khas orang Korea.
Ini kali pertamanya saya masuk dan mencoba spa dan sauna di Korea. Itu pun karena sudah dipaksa-paksa. Akhirnya saya masuk juga. Pada saat spa sih masih pakai pakaian dalam. Giliran masuk ke sauna dan mau berendam di pool, tiba-tiba seorang perempuan setengah mutu (muda tapi tua) membuka pintu dan mengacungkan tangannya kearah saya sambil berteriak menyuruh saya buka baju. Bahkan untuk merendam kaki saja saya tidak diijinkan, sebelum saya benar-benar membuka semua pakaian. Dan sialnya, saya satu-satunya perempuan yang masih menggunakan pakaian dalam. Akhirnya dengan berat hati saya membaur dengan perempuan-perempuan yang lain dan melakukan hal yang sama. Memang sih, mereka tidak ada yang memperhatikan saya. Tapi tetap saja rasanya kok canggung banget. Mungkin karena saya nggak terbiasa, jadia rasanya kikuk. Tapi buat orang Korea yang sejak kecil sudah biasa sauna macam gini, ya rasanya nggak aneh.
Selain ketidaknyamanan itu, saya juga rada risih soal kebersihan. Ada satu kejadian yang membuat saya jadi rada males mengulangi pengalaman ini karena melihat seorang nenek-nenek membasuh bagian genitalnya saat berada di pool air panas. Memang sih suhu air di atas 38 derajat. Tapi tetap saja saya merasa geli dan langsung memalingkan wajah. Untuk dia ada di pool yang berbeda dengan saya.
Terlepas dari kehebohan selama 2 jam berada di sauna aka jimchilbang, ini adalah pengalaman unik yang pastinya tidak akan terlupakan.
Saturday, April 14, 2012
The Secret of Jeju Island
Ada tiga hal yang sangat terkenal di Jeju, antara lain : The Wind, The Women, and The Rocks.
Dan saya akan membahas mengenai The Women.
Di bandingkan kawasan lain di Korea, populasi perempuan di Jeju memang lebih banyak. Sebenarnya, ada latar belakang sejarahnya. Di masa lampau, Jeju yang merupakan kawasan perairan mengandalkan pemasukannya melalui perikanan. Jadi warga Jeju sebagian besar adalah nelayan. Para pria Jeju berangkat menangkap ikan di malam hari dan pulang pagi-pagi dan kemudian beristirahat. Sementara para perempuan Jeju menggarap ladang dan sawah. Mengumpulkan kayu bakar dan lain sebagainya. Jadi yang terlihat pada siang hari hanya perempuan saja. Dan para perempuan Jeju terkenal sangat mandiri dan bisa melakukan semuanya sendiri. A very independent woman. Selain bekerja di ladang, perempuan Jeju juga sangat hebat untuk urusan pekerjaan-pekerjaan yang menantang, seperti jadi penyelam. Perempuan Jeju terkenal sebagai penyelam yang hebat. Mereka bisa menyelam untuk mengambil tripang dikedalaman lebih dari 10 meter di bawah permukaan laut tanpa menggunakan alat selam. Mantap nggak sih. Sebelum tahun 1960-an, ada sekitar 3,000 penyelam perempuan di Jeju. Tapi sekarang, jumlahnya semakin menurun. Paling tidak hanya sisa 500-an penyelam perempuan di Jeju. Itupun hanya sisa penyelam nini-nini yang bener-bener udah nini-nini, yang umurnya berkisar antara 60-80 tahun. Generasi mudanya memilih untuk mencari penghasilan di luar Jeju. Mereka pergi ke Jepang dan Russia untuk mencari uang yang lebih banyak dan membiayai keluarga.
Kehebatan perempuan Jeju berbanding terbalik dengan prianya. Pria Jeju dikenal sebagai pria pemalas dan kurang punya fighting spirit. Nggak heran kalau tingkat perceraian di Jeju termasuk yang paling tinggi seantero Korea. This is the fact lho. Alasan utamanya ya nggak lain dan nggak bukan adalah masalah ekonomi.
The Rock
Jeju adalah kepulauan yang terbentuk dari ledakan vulkanik. Jadi banyak sekali ditemukan tumpukan bebatuan vulkanik di Jeju Bahkan beberapa byek wisata yang terkenal di Jeju merupakan bentukan dari ledakan vulkanik yang terjadi ribuan tahun yang lalu. Tapi saya nggak akan ngebahas soal tempat-tempat wisata yang terbentuk dari ledakan vulkanik. Saya akan membahas soal tumpukan batu yang lain. Dalam perjalanan dari kota Jeju ke kawasan Jungmun yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 40-50 menit, di lapangan hijau di pinggir jalan raya, saya melihat gundukan batu yang posisinya tidak beraturan. Saya bingung, kenapa tumpukan batu ini komposisinya nggak jelas. Kalauitu adalah pagar kok nggak rata dan posisinya ada di depan, tengah dan menyamping. Pokoknya berantakan banget deh. Dan ternyata selidik punya selidik, tumpukan batu itu bukan pager melainkan kuburan nenek moyang. Jadi nenek moyang orang Jeju membuat kuburan dengan tumpukan batu. Maksudnya sih biar menjaga dari gangguan binatang seperti kuda dan lembu. Biar nggak bisa dirusak, ya ditimbunlah dengan batu-batuan. Karena itu merupakan makam leluhur, walaupun disampingnya ada rumah, atau resort atau tempat golf, ya dibiarkan seperti apa adanya. Jadi, kalau ke Jeju dan ngeliat tumpukan batu, jangan main petak umpet disitu yah. Ntar disentil lho ama Mr. Kim, leluhurnya orang Jeju. Hi hi hi hi
The Wind
Saya nggak akan ngebahas soal the wind. Karena ceritanya kurang menarik. Jadi saya skip aja soal wind. Karena hanya ada satu yang penting soal angin di Jeju. Saya menghabiskan satu pak tolak angin hanya untuk mengusir angin yang bersarang di tubuh saya. Nggak menarik kan? Makanya nggak saya terusin. Udah sih. Jangan maksa gw buat cerita soal the Wind itu deh. Masa mau bilang juga akibat masuk angin itu saya jadi semakin sering buang angin. Nggak lucu kan???
Orange Jeju
Salah satu hasil alam terbesar dari Jeju adalah jeruk. Jeju merupakan enghasil jeruk terbesar dan terbaik di Korea. Alam Jeju memungkinkan tumbuhan jeruk berkembang dengan sempurna di sini. Dulu, punya perkebunan jeruk sama dengan tanda kemakmuran dan kekayaan. Pohon jeruk disebut sebagai pohon universitas. Artinya kalau punya pohon jeruk berarti bisa menyekolakan anak sampai ke universitas. Tapi ama kelamaan, jumlah petani jeruk makin bertambah dan memiliki perkebunan jeruk tidak lagi menjadi sesuatu yang prestisius dan julukannya pun melorot jadi pohon TK. Artinya, kalau punya perkebunan jeruk, yah palingan cuma bisa nyekolahin anak sampai TK doang. Kasian banget nggak sih? Jadi kalau kebetulan ke Jeju dan ketemu petani jeruk yang lucu, jangan buru-buru mikir dia kaya dan kalau dikawinin ama dia duitnya kagak berseri. Palingan juga cuma cukup nyekolain anak sampe TK doang. Hahahahaha.
Ada 3 jenis jeruk yang paling terkenal di Jeju. Jeruk Mandarin, jeruk Cheng something (Gw lupa namanya. Ntar kalau inget gw tulis lagi) dan yang ketiga adalah Halla Bong. Saya paling suka yang terakhir. Jeruk ini dikasih nama Halla Bong karena bagian bawahnya bentuknya seperti puncak gunung Halla, gunung keramatnya orang Jeju. Bagian belakangnya tuh berkerut dan menonjol. Kalau cowok-cowok berotak mesum pasti akan menyebut bagian belakang jeruk ini dengan sesuatu yang mengingatkan pada bagian tubuh cewek. I will not say which part. Tapi kalau liat fotonya pasti tau deh maksudnya apa. Jeruk Hall Bong ini rasanya manis dan ukurannya besar-besar dan tidak berbiji. Sumpah enak banget dan sehari saya bisa menghabiskan 4-5 buah. Maklum yah, namanya juga suka, jadi aja rada maruk. Kapan lagi makan jeruk khas Jeju. Harganya lumayan mahal. Kalau di supermarket, satu biji bisa 1500-2000 won atau sekitar 12.000-16.000 rupiah.
Well, so far itu yang bisa keinget tentang The Secret of Jeju island, kalau keingetan lagi yang lainnya, pasti langsung di post deh.
Monday, April 2, 2012
Es Krim Rasa Dewasa


Without ice cream, there would be darkness and chaos. Saya setuju dengan pernyataan tersebut. Apa jadinya dunia kalau tidak ada ice cream. Bagaimana saya dan perempuan-perempuan lain harus menghibur hati saat patah hati atau berantem dengan bos? Kemana kami harus menumpahkan kesedihan? Atau dengan apa kami harus merayakan kebahagiaan kalau tidak ada sesuatu yang dingin dan manis bernama ice cream? I love ice cream. Saya merasa feminin saat menikmati semangkuk ice cream atau ice cone dan saya merasa wajib menempatkan tempat-tempat makan ice cream di kota-kota yang saya tulis dan menempatkannya pada satu bab khusus. Saya menikmati perjalanan mencari tempat-tempat ice cream, dan di Singapura saya jatuh hati pada rasa es krim yang tidak biasa. Saya penyuka dark chocolate ice cream, pistachio ice cream, mint ice cream, hazelnut dan black sesame ice cream. Di Singapura saya menemuka ice cream dengan rasa-rasa baru yang unik dan enak.
Gara-gara seorang anak perempuan berumur 10 tahun yang tengah asyik menjilati es krimnya saya kenal dengan kafe ini. Setelah menjajal beberapa varian rasanya, saya harus bilang, inilah kafe es krim terenak di Singapura. Ada 40 varian rasa yang membuat saya ngiler tak berkesudahan. Melissa, pemilik kafe ini menyediakan es krim rasa unik seperti Wasabi Mango, Lychee Martini, Ginger Crumble, Chunky Peanut Butter, Hei! Sesame, Salted Mr Brown.
Secara pribadi saya suka Wasabi Mango. Perpaduan rasa antara pedas dan asam plus manisnya bikin ketagihan. Saya penyuka wasabi jadi rasa ini cocok buat lidah saya. Rasa Chunky Peanut Butter-nya juga unik dan enak. Aroma kacang panggang yang harum tercium dan kerenyahan serta gurih rasa kacang kental terasa. Pilihan cocok bagi pecinta kacang-kacangan. Tapi yang paling membuat terpesona adalah Salted Mr Brown. Es krim yang memadukan rasa garam laut dan gula palem. Perpaduan yang tidak pernah saya bayangkan bakal enak dan ternyata sangat enak. Must try flavour. Teman saya memilih Coconut & Durian dan Cheez Berry. Sementara menu paling favorit di sini adalah Figs & Honey. Semua pilihan es krim ini bisa dinikmati dengan cone, cup atau waffle. Tapi kalau datang ke sini weekend, siap-siap antre dan menunggu pesanan. Pengunjungnya padat banget.
The Daily Scoop
41 Sunset Way #01-04
Clementi Arcade
T : +6564633365
Jam Operasional : 11.00-21.00
Harga : 3-5,50 SGD
