Monday, March 12, 2012

Shopping Menggila di Korea

Insadong, tempat berburu makanan dan barang-barang tradisional

tas hasil belanja di Shinsaegae Premium Outlet. Keren kan?

tempat nongkrong di Lotte Premium Outlet, Paju


Blok A, Lotte Premium Outlet, pas di depan Michael Kors, Tods dan Kate Spade. The coolest triangle, don't u agree??


Walaupun saya tidak segila Rebecca Bloomwood, si perempuan gila belanja di buku Confession of a Shopacholic karangan Sophie Kinsela, tapi saya tidak bisa memungkiri kalau saya punya kecenderungan panik saat belanja. Seringkali saya terjebak dengan barang-barang yang saya beli tapi setelah sampai di rumah, saya baru sadar kalau saya tidak membutuhkan barang-barang tersebut.

Dibandingkan beberapa tahun yang lalu, penyakit belanja menggila saya sudah sedikit membaik. Artinya, otak saya sudah bisa berfungsi dengan baik saat belanja. Thanks to Tita, gw belanja dengan menggunakan trik khusus. Untuk di Jakarta, gw hanya belanja pada saat sale gila-gilaan dan barang yang dibeli adalah barang-barang branded yang setelah diskon sampai 70% harganya jadi sangat bersahabat sekali sungguh (most of the time maksudnya...hihihi).

Dan setiap kali jalan-jalan ke luar negri, saya sudah tidak lagi lapar mata buat beli barang-barang prentilan yang lucu tapi nggak pernah saya beli. Setiap kali mau beli barang, saya mikir dulu sampai kening berkenyit, kira-kira barang tersebut akan saya pakai dan saat apa dan kemana. Itu cukup membantu saya untuk tidak melakukan pembelanjaan yang tidak penting dan mengurangi beban di koper dan kartu kredit.

Tapi sejak saya kerja di tempat baru dan beberapa kali dikirim ke Korea, penyakit shopping menggila ini kumat lagi. Uang saku lebih sering keabisan dan boro2 nabung, yang ada tabungan ikut jebol gara-gara belanja di Korea. Bukan karena harganya mahal-mahal lho. Tapi justru karena harganya murah-murah. Korea murah??? Yang bener??? Mungkin itu yang orang bilang. Tapi dengan penuh percaya diri dan keyakinan yang sangat tinggi, saya akan bilang.."BENERR bangettttttt.."

Kalau ditanya belanja apa saja di Korea, saya lebih sering belanja make up dan tas. Saya nyaris tidak pernah membeli baju atau sepatu di Korea. Alasannya sih sederhana aja. Cewek2 Korea itu ukuran badannya liliput. Sementara saya mungil banget. Minta ukuran khusus cewek2 mungil kayak saya aja kalau disamain dengan ukuran Indonesia sebenernya sih seukuran dengan M. Bete banget kan. Sementara sepatu-sepatunya, terutama high heels atau wedges modelnya super duper feminin. Dengan motif bunga-bunga dengan tambahan asesoris seperti pita-pita atau renda-renda. Sebanci-bancinya saya, kalau harus pakai sepatu unyu begitu tetep aja masih nggak sanggup. Satu lagi masalahnya. Ukuran kaki saya juga berbanding rata dengan ukuran tubuh. Sementara sama seperti badannya, kaki cewek2 Korea itu mungil-mungil. Jadi ukuran kaki 41, jarang banget. Akhirnya saya insyaf. Tidak mau lagi tanya ukuran baju atau sepatu karena sudah tidak sanggup lagi menatap wajah penjaga toko yang memandang dengan tatapan iba saat menggelengkan kepala.

That's it. Saya kapok dan nggak mau cari perkara. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi beli dua item itu di Korea. Kecuali saya melihat ukurannya pas di badan mungil saya ini. Dan saya menemukan make up dan tas sebagai pelarian belanja. Dulu, isi make up pouch saya terdiri dari make up dari Amerika, Eropa dan Asia. Tapi sekarang, isinya adalah make-up keluaran Korea. Make up Korea, terutama yang juga dijual di Indonesia harganya jauh lebih murah di Korea. Kalau dihitung-hitung, hanya sepertiga dari harga yang dijual di Indonesia dan kualitasnya bagus. Cocok buat kulit orang Indonesia. Termasuk saya yang berkulit eksotis (memuja diri sendiri alias super narsis and pede jayaraya).

Saya paling suka belanja make up di Myeongdong dan Dongdaemun. Karena selain belanja, saya juga bisa melakukan hobi saya yang lain yaitu icip2 makanan. Di Myeongdong ada puluhan toko kosmetik dengan foto-foto bintang Korea sebagai pemanis. Enaknya belanja di Korea, kita sering banget dapat hadiah-hadiah dari mereka. Semakin banyak belanjaan, semakin banyak hadiah-hadiahnya. Hadiah-hadiah itu kadang saya jadikan oleh2 buat orang-orang yang tidak terlalu dekat tapi kalau ketemu bawaannya minta oleh2 (tau dong dan pasti punya dong temen-temen yang model begini?).

Myeongdong lebih enak karena posisinya outdoor dengan toko-toko mungil berderet-deret. Lokasinya pun lebih berkelas. Jadi lebih keren buat belanja. Kalau cape milih barang, tinggal nyari es krim yang cuma 2000 won tapi setinggi monas. Jujur ini nggak boong. Kalau diukur pake penggaris kurang lebih 32cm. Blenger2 deh tuh. Dan percaya atau tidak, makan es krim itu paling enak bukan di musim panas. Tapi di musim dingin. Lebih mantap tau nggak.

Buat orang Indonesia, Dong dae mun itu sudah sangat tersohor. Pertama kali saya berangkat ke Korea, saya tinggal di kawasan Dong Daemun hampir sebulan lamanya. Dan saya hapal benar jalan-jalan di sekitar Dong Dae Mun market ini. Kalau dihitung-hitung, ada lebih dari 30 mall. Selain jadi mall pujaan para pelancong, Dong Dae Mun juga jadi idola orang Korea. Tapi orang Korea kalau mau belanja ke Dong Dae Mun jarang sekali mau jalan sendirian. Mereka selalu ngajak teman. Pokoknya kalau belanja harus berdua. Minimal. Karena menurut cerita mereka, kalau berdua, kemungkinan ditipunya sangat kecil. Hahahahahaha. Saya sih belum pernah ditipu (eh, amit-amit jangan sampai yah...*ketok meja tigakali) tapi temen saya sudah pernah ngerasain ketipu di Dong Dae Mun dan dia selalu berpesan, jangan belanja sendirian di Dong Dae Mun. Yang unik dari Dong Dae Mun, semakin malam justru semakin banyak orang yang datang. Karena ada Migliore yang buka 24 jam. Migliore kalau di Jakarta ya mirip-mirip dengan ITC Kuningan deh. Barangnya lucu2 dan harga bisa ditawar. Di depan Migliore kalau sudah malam banyak banget pedangan kaki lima yang jual baju-baju lucu. Tapi dengan ukuran yang kecil-kecil deh.

Walaupun Myeongdong dan Dongdaemun adalah dua tempat belanja idola yang wajib dikunjungi setiap kali jalan ke Korea, belakangan ini saya punya tempat idola lain yang bisa bikin kantong saya kempes tapi hati sangat bahagia dan terpuaskan. Tempat itu adalah Premium Outlet. Modelnya seperti Gotemba di Jepang. Lokasinya ada di provinsi Gyeonggi atau Gyeonggi-Do, tepatnya di daerah Paju. Di daerah ini ada 2 Premium Outlet yang besar banget. Yang pertama, Shinsaegae Chelsea Premium Outlet dan yang satunya Lotte Premium Outlet. Shinsaegae lokasinya nggak jauh dari DMZ Observatory. Kurang lebih ada 140 outlet barang-barang premium seperti Coach, Nina Ricci, Bean and Pole, CK, Ferragamo, dan banyak banget. Seratus empat puluh outlet aja getho lho. Harga barang-barang di sini rata-rata sudah di diskon 50-70%. Pokoknya belanja di sini, terutama untuk barang-barang branded berasa banget deh murahnya. Saya dapat tas lucu dengan harga dibawah 1,5 juta. Tas yang sampai sekarang sering bikin ngiler orang dan sudah dikecengin banyak orang. Saya merasa, belanja di sini tuh worthed banget dan masuk dalam kategori smart shopper. Beli jaket, baju or sepatu olah raga seperti Adidas, Nike, Reebok , dll juga paling asyik dibeli di sini. Yang suka jeans, percaya atau nggak bisa dapet Levis dengan harga 100-150 ribu rupiah aja. Apa nggak mau mati saking kagetnya??? Barang-barang yang dijual di sini sebagaian besar nggak masuk ke Indonesia. Jadi nggak pasaran.

Enaknya lagi, di depan komplek Shinsaegae ini ada juga ruko-ruko yang jual barang-barang branded lainnya dengan harga yang juga di diskon gede-gedean. Salah satu yang bikin ngiler adalah Factory Outletnya Zara. Siapa yang nggak pusing kalau kaos atau baju yang lucu-lucu itu dibanderol dengan harga Rp.100.000-Rp.200.000? Bisa panik kita belanjanya bukan???

Premium Factory Outlet lain yang baru buka di kawasan Paju, adalah Lotte Premium Outlet. Lebih luas dan besar dari Shinsaegae. Sehari nggak akan cukup buat muterin Outlet ini. Dan siapkan uang yang cukup dan kartu kredit buat belanja. Karena dijamin deh bakal ngiler sengiler-ngilernya di sini. Salah satu outlet yang paling saya suka adalah Kate Spade. Bayangin aja, di sini saya dapet tas yang harganya 1/3 dari model yang sama yang ada di Jakarta. Di sini outletnya Prada aja ada. Michael Kors atau designer-designer America dan Eropa mah ada. Jadi kalau ngerasa suka belanja barang-barang branded, musti ke sini. Pake sepatu teplek yang nyaman karena lokasinya luas banget. Gempor kaki buat muterin tempat ini. Gempor kaki dan dompet tapi hati bahagiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

1 comment:

rendy pratama said...

Asik banget ya bisa belanja ke Korea, saya kepingin banget tuh.. oya mau info kamu udah ikutan PEMILIHAN TOUCH KOREA TOUR PENGALAMAN TIM EVENT di fanpage Korea Tourism organization Indonesia. coba aja ikutan soalnya buat yang menang bisa ke korea gratis loh.. ini saya share infonya : events