Tuesday, December 28, 2010

Indian Sweets Named Soan Papdi



Sejak 2001 saya mulai suka masakan India. Saya bisa menikmati nasi yang dicampur daal, ayam dengan kuah kari dari yogurt atau mentega yang mahteh, atau sayur-sayuran yang bentuknya nyaris kayak bubur itu. Bau rempah yang menyengat itu membuat saya malah makin lapar. Intinya, apa yang buat sebagian besar teman saya menjijikan justru terasa sangat yummy di mulut saya. Saya sempat merasa prihatin saat Pak Wijaya, rekan kerja saya di YDP nyaris muntah dan tidak bisa menelan makanan India yang saya pesan. Niat mulia saya sih menraktir, tapi apa daya pilihan menunya salah. Akhirnya cuma saya dan Pak Fauzan yang menghabiskan makanan itu. Lebih tepatnya lagi, saya yang menghabiskannya. Termasuk naan dan nasi biryani yang ukurannya cukup besar.

Sebagai pecinta makanan India, saya juga suka dengan minuman dan dessert khas India. Saya pecinta lassi. apalagi rasa mangga dan leci. Dua gelas atau tiga gelas mari, saya bisa meneguknya tanpa susah payah. Dessert India memang terkenal manis. Well, namanya dessert pasti rasanya memang manis. Tapi manis yang saya sebut di sini, artinya sangat sangat manis. Setiap kali makan Gulap Jamun, manisan India yang berbentuk bulat dan berwarna coklat itu, saya harus minum teh tawar atau air putih untuk menghilangkan rasa manisnya. Dessert India yang manis tapi tidak giung dan bikin gigi mau rontok ya Soan Papdi. Saya pertama makan Soan Papdi tahun 2002, oleh-oleh Ucun, kakak perempuan saya dari Singapura. Rasanya sedikit mirip gulali. Bentuknya juga begitu, dengan sedikit tambahan remahan kacang-kacangan di atasnya. Soan Papdi langsung meleleh begitu masuk ke dalam mulut. Saya jatuh cinta dengan dessert ini dan setiap kali ke Singapura, saya pasti mampir ke Mustafa Center dan membeli Soan Papdi. Satu bungkus bisa cukup untuk sebulan. Toh, tidak setiap habios makan saya cuci mulut dengan Soan Papdi. Supaya tidak rusak, saya masukan ke dalam lemari es. Dessert India ini juga sudah saya perkenalkan pada teman-teman dan sebagian dari mereka menyukainya. Saya senang, paling tidak, ada satu menu India yang menurut saya enak dan bisa diterima di lidah lokal teman-teman saya. So, I don't feel like an alien anymore. He he he. Have some of Soan Papdi, ladies.

No comments: